Sejarah Desa

Ketika Abad 17 Sultan Agung Mataram Berusaha mengusir Belanda VOC yang selalu membuat onar di pesisir Utara. Untuk menjaga pelabuhan Ujungpara di berikan kepada Warok Singoblendhang, pendekar dari Trenggalek ( Jawa Timur ) dan di dampingi pahlawan yang lain. Salah satunya ada yang bernama Holem Agul Agul, yang dikenal sampai sekarang di Desa Kepuk dengan lidah jawa menyebutnya Mbah Mbolem, yang sampai sekarang masih ada pesarean pemakamnya Mbah Mbolem.

Untuk desa Kepuk sendiri di kaitkan dengan adanya bangunan yang ada di pesarean Mbah Mbolem, yaitu tepatnya bangunan kecil berukuran 3×3 M dan di atasnya terdapat Kekep ( tutup yang terbuat dari tanah liat ) yang saat itu di Tumpuk ada 2-3 kekep, dan sehingga terbentuklah sebutan desa, yaitu Kekep di tumpuk-tumpuk menjadi KEPUK.

Desa Kepuk memiliki 35 RT yang terbagi dalam 8 RW/Dukuh.

  • Blok RW I dan RW II menjadi Dukuh Sawahan
  • Blok RW III menjadi Dukuh Nggili
  • Blok RW IV menjadi Dukuh Nganjir
  • Blok RW V menjadi Dukuh Krajan Barat dan Karangsari
  • Blok RW VI menjadi Krajan Timur
  • Blok RW VII menjadi Dukuh Rambutan
  • Blok RW VIII menjadi Dukuh Jangglengan
Facebook Comments